Rabu, 14 Juni 2017

Metode Subdivision dalam Visual Surface Determination

Artikel ini bertujuan untuk melengkapi nilai tugas dari mata kuliah Grafik Komputer 2. Adapun tugas ini dikerjakan secara kelompok, berikut adalah nama-nama anggota dalam kelompok pengerjaan tugas ini :
  1. Chriscel Novian ( 52414375)
  2. Christian (52414379)
  3. Raditya Abdurrafi (58414723)
  4. Thomi Alghani (5A414736)
  5. Triswanto (5A414883)
Pertama kita akan membahas terlebih dahulu, apa itu Visual Surface Determination?
Visible Surface Determination
          Visible Surface determination (VSD) atau disebut juga dengan Hidden Surface Removal (HSR) merupakan suatu cara untuk menentukan garis atau permukaan yang terlihat pada suatu objeck 3D dan spesifikasi pandangan (kamera), sering juga di definisikan sebagai suatu algoritma yang digunakan untuk menghilangkan penampilan bagian yang tertutup oleh objek yang didepannya. Pada materi visible surface determination terdapat didalamnya materi algoritma z-buffer dan algoritma scanline.

Algoritma Z-Buffer adalah salah satu dari algoritma Hidden surface removal yang mempergunakan image space sebagai dasar proses penghitungan tampak atau tidaknya permukaan suatu objek. Algoritma ini melakukan scaning satu kali untuk suatu permukaan objek sampai proses berakhir. Sedangkan Algoritma Scan Line adalah salah satu dari algoritma Hidden Surface Removal yang digunakan untuk memecahkan masalah penggunaan memori yang besar dengan satu baris scan untuk memproses semua permukaan objek, biasanya Scan Line akan men-sweeping layar dari atas ke bawah.

Pada hakekatnya, grafika komputer atau yang sering disebut grafika komputer adalah bagian dari ilmu komputer yang berkaitan dengan pembuatan dan manipulasi gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data. Sedangakan dalam pokok bahasan Visible Surface Determination ini mempelajari tentang materi Algoritma Z Buffer dan Algoritma Scan-Line .

Konsep Dasar Visible Surface Determination

Visible-Surface Determination atau yang sering disebut dengan Hidden Surface Removal adalah suatu algoritma yang digunakan untuk menghilangkan penampilan bagian yang tertutup oleh objek yang didepannya. Apabila ada dua bidang yang berpotongan, apabila ditampilkan biasa tanpa menggunakan algoritma Visible Surface Determination maka bagian yang berpotongan itu akan tidak kelihatan, oleh karena bidang yang satu ditutupi oleh bagian yang lain tanpa memotong. Oleh karena itu untuk menampilkan bidang perpotongan, diperlukan Algoritma Hidden Surface Removal.

Terdapat 3 pendekatan utama pada permukaan terlihat, yaitu: 
-        Conservative
-        Image precission
-        Objek precission

Namun pada kali ini kita akan membahas tentang pendekatan Conservative. Pendekatan conservative merupakan hanya sebatas trivial reject saja, yang tidak memberikan jawaban, contohnya back-free culling. Untuk mendapat penyelesaiannya harus dilakukan dengan pendekatan yang lain. Terdapat 3 metode dalam pendekatan Conservative yaitu Spatial Subdivision, Bounding Volume, dan Back Face Culling. Selanjutnya kita akan membahas tentang salah satu pendekatan conservative yaitu Subdivision.



Teknik Subdivision

Teknik Subdivision bisa disebut juga Area-Subdivision Method. Teknik ini mengambil keuntungan dengan menemukan area pandang yang mewakili bagian dari sebuah permukaan. Membagi total area tampilan menjadi persegi panjang yang lebih kecil dan lebih kecil sampai masing-masing area tersebut merupakan proyeksi sebagian permukaan yang terlihat atau permukaan sama sekali. Melanjutkan proses ini sampai subdivisi mudah dianalisis sebagai bagian dari permukaan tunggal atau sampai ukurannya dikurangi menjadi ukuran satu piksel tunggal. Cara mudah membagi area menjadi empat bagian yang sama pada setiap langkah. Ada empat kemungkinan hubungan yang dapat dimiliki permukaan dengan area batas tertentu.

•Permukaan sekitarnya
 Salah satu yang benar-benar menutupi daerah tersebut.
•Permukaan yang tumpang tindih
Salah satunya sebagian di dalam dan sebagian di luar daerah.
•Permukaan bagian dalam
Salah satu yang benar-benar berada di dalam area.
•Permukaan luar
Salah satu yang benar-benar berada di luar area.





Tes untuk menentukan visibilitas permukaan di suatu daerah dapat dinyatakan dalam empat klasifikasi ini. Tidak ada subdivisi lebih lanjut dari area tertentu yang diperlukan jika salah satu dari kondisi berikut ini benar

•Semua permukaan berada di luar permukaan sehubungan dengan area tersebut.
•Hanya satu di dalam, permukaan yang tumpang tindih atau di sekitarnya.
•Permukaan sekitarnya mengaburkan semua permukaan lain di dalam batas-batas wilayah.